Tahapan Pengembangan Bank Soal SD MI

Cahayapendidikan.com – Tahapan Pengembangan Bank Soal SD MI.

Hasil belajar peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai macam tujuan. Penilaian dapat dilakukan untuk mengetahui materi yang belum dikuasai peserta didik, untuk melihat kemajuan peserta didik pada periode waktu tertentu. Selain itu juga untuk penempatan peserta didik, dan untuk penentuan kelulusan peserta didik.

Secara umum penilaian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu penilaian internal dan penilaian eksternal.

Penilaian internal adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik atau satuan pendidikan. Sedangkan penilaian eksternal dilakukan oleh institusi di luar satuan pendidikan, misalnya pemerintah atau lembaga penilaian yang diberi otoritas oleh pemerintah.

Pada umumnya untuk penilaian eksternal digunakan tes tertulis sebagai prosedur atau instrumen penilaian yang baku atau terstandar. Instrumen baku tersebut menjadi penting karena perlunya membandingkan hasil peserta dengan cara objektif.

Umumnya tes prestasi belajar atau tes prestasi akademik menggunakan tes bentuk soal pilihan ganda (PG). Karena saat ini tes PG dipandang sebagai tes objektif yang efisien digunakan untuk jumlah peserta yang banyak.

Untuk menjamin kualitas soal tes yang terstandar, maka perlu dikembangkan adanya bank soal. Bank soal adalah kumpulan soal yang telah teridentifikasi karakteristiknya, misalnya tingkat kesukaran, daya beda, dan penyebaran pilihan jawaban (option).

Berikut ini admin paparkan tahapan pengembangan bank soal.

1. Penyusunan kisi-kisi

Kisi-kisi digunakan sebagai pedoman bagi penulis soal agar dihasilkan soal yang sesuai dengan tujuan.

2. Penulisan soal

Soal ditulis oleh beberapa penulis soal berdasarkan kisi-kisi. Soal-soal yang dihasilkan merupakan soal-soal mentah.

Baca Juga:

Tahapan Pengembangan Bank Soal SD MI

3. Review dan Revisi (Telaah dan Perbaikan)

Review adalah menelaah soal mentah secara kualitatif berdasarkan kaidah penulisan soal yang dilakukan oleh penelaah soal. Hasil review soal diklasifikasikan menjadi soal baik, soal kurang baik, dan soal ditolak. Soal baik langsung diterima, soal kurang baik perlu diperbaiki sehingga diperoleh soal yang baik. Sedangkan untuk soal yang ditolak dikembalikan ke penulis.

4. Perakitan soal

Soal-soal baik selanjutnya dirakit menjadi beberapa paket soal untuk diujicobakan. Pada saat perakitan soal, dimasukkan beberapa soal yang berfungsi sebagai soal linking antarpaket. Soal-soal linking tersebut diambil dari bank soal yang telah memiliki karakteristik soal.

5. Ujicoba soal

Paket-paket soal diujicobakan kepada peserta didik yang sedang menempuh jenjang pendidikan yang sesuai enjang pendidikan pada tes tersebut. Misalnya, soal Bahasa Indonesia kelas IV diujikan kepada peserta didik kelas V di akhir tahun pelajaran. Atau dapat pula diujikan kepada peserta didik kelas VI di awal tahun pelajaran.

Pada ujicoba soal ni yang akan dilihat adalah kualitas soalnya bukan kompetensi peserta didik. Hasil ujicoba soal digunakan untuk mengumpulkan data empirik tentang soal berupa jawaban-jawaban dari peserta didik.

6. Analisis kuantitatif

Data empirik dari hasil ujicoba dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan program analisis, baik klasik maupun modern. Program analisis secara klasik menggunakan iteman. Hasil iteman meliputi daya beda, tingkat kesukaran, penyebaranoption, dan cek kunci.

Dengan menggunakan analisis teori tes modern dapat diperolehinformasi kesesuaian soal dengan model (fit terhadap model), disamping tingkat kesukaran soal.

Tahapan Pengembangan Bank Soal SD MI

7. Seleksi soal

Berdasarkan hasil analisis soal, soal-soal dikelompokkan menjadi soal baik, soal perlu revisi, dan soal ditolak.

Teori tes klasik soal yang baik apabila memiliki daya beda tinggi, ditunjukkan dengan korelasi point biserial di atas 0,2. Selain itu semua distraktor pada soal berfungsi.

Teori tes modern, soal yang baik adalah soal yang sesuai dengan model, ditunjukan oleh statistik fit, seperti infit atau outfit.

Soal-soal baik dimasukkan ke dalam bank soal. Soal dengan daya beda rendah dan terdapat distraktor yang tidak berfungsi perlu direvisi. Soal yang tidak mempunyai daya beda dan sebagian distraktor tidak berfungsi ditolak.

Demikianlah Tahapan Pengembangan Bank Soal SD MI yang admin kutip dari Panduan Penulisan Soal SD/MI, semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: