Cara dan Langkah Penilaian Portofolio Yang Harus Dilakukan Oleh Pendidik

cahayapendidikan.com-Cara dan Langkah Penilaian Portofolio Yang Harus Dilakukan Oleh Pendidik.

Implementasi Kurikulum 2013 atau K13 selain berdampak terhadap proses belajar mengajar, berdampak pula terhadap penilaian yang dilakukan oleh pendidik. Cara dan Langkah Penilaian Portofolio Yang Harus Dilakukan Oleh Pendidik.

Kalau kita cermati proses pembelajaran pada Kurikulum 2006 terdiri atas 3 langkah kegiatan yaitu Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi (EEK). Sedangkan pada kurikulum 2013 atau K13 dalam proses pembelajarannya terdiri atas kegiatan Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengkomunikasikan (5M).

Pada prinsipnya kedua kurikulum tersebut tidak jauh berbeda dalam makna. Hanya pada kurikulum 2013 lebih ditekankan pada metode saintifiknya. Guru berperan sebagai fasilitator, diharapkan dalam pembelajaran peserta didik yang aktif. Dalam pendidikan, tiga hal berikut harus dikuasai oleh seorang guru, yaitu kurikulum, proses pembelajaran, dan sistem penilaiannya.

Perubahan standar penilaian yang dicanangkan pemerintah dalam Kurikulum 2013 memerlukan perhatian guru secara optimal. Karena proses penilaian merupakan hal penting dalam sebuah pembelajaran. Penilaian merupakan komponen yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan guru dan peserta didik.

Penilaian merupakan suatu kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi. Informasi apa? yaitu tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu.

Portofolio mencerminkan kinerja nyata peserta didik untuk menunjukkan kemajuan peserta didik selama proses  pembelajaran. Instrumen penilaian portofolio yang dikembangkan dapat memudahkan penilaian.

Cara dan Langkah Penilaian Portofolio Yang Harus Dilakukan Oleh Pendidik

Sebagai sumber informasi,  mempermudah dokumentasi,  menghargai perkembangan peserta didik, dan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Penilaian portofolio dapat dijadikan alat untuk menggali informasi tentang pemahaman siswa mengenai suatu konsep.

Selain itu dapat membantu siswa meningkatkan rasa tanggungjawab dalam belajar. Terkait penilaian, pada kurikulum 2013 penilaiannya cukup rumit. Terdapat tiga aspek yang harus dinilai oleh pendidik yaitu aspek Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan.

Penilaian Sikap terdiri atas Sikap Spiritual dan Sikap sosial. Yaitu kegiatan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial peserta didik. Nilai Sikap ini diperoleh dari pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas sebagai hasil pendidikan.

Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik, yang biasa digunakan adalah tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Kegiatan penilaian ini sudah biasa dilakukan oleh pendidik. Sedangkan penilaian keterampilan pada kurikulum 2006 belum nampak sebagai nilai yang mandiri. Tetapi pada kurikulum 2013 nilai keterampilan dijasikan sebagai bagian dari penilaian berbasis kelas.

Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian keterampilan tersebut meliputi ranah berpikir dan bertindak. Keterampilan ranah berpikir meliputi antara lain keterampilan menggunakan, mengurai, merangkai, modifikasi, dan membuat.

Cara dan Langkah Penilaian Portofolio

Sedangkan keterampilan dalam ranah bertindak antara lain membaca, menulis, menghitung, menggambar, dan mengarang. Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek, penilaian portofolio.

Pada kesempatan kali ini admin akan membahas penilaian keterampilan dengan teknik portofolio.

Baca juga: Penilaian Kurikulum 2013 oleh Pendidik

Penilaian Portofolio

Portofolio berarti surat-surat atau dokumen. Sehingga berarti juga kumpulan dokumen berharga dari suatu pekerjaan. Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan berdasarkan kumpulan informasi yang bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.

Tujuan utama dilakukannya portofolio adalah untuk menentukan hasil karya dan proses perolehannya, sebagai bukti pencapaian indikator kompetensi dasar. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil pekerjaan peserta didik, portofolio juga berfungsi untuk mengetahui perkembangan kompetensi peserta didik.

Cara dan Langkah Penilaian Portofolio Yang Harus Dilakukan Oleh Pendidik

Terdapat tiga tipe portofolio yaitu portofolio dokumentasi, portofolio proses, dan portofolio pameran. Pendidik dapat memilih tipe portofolio sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar dan atau konteks mata pelajaran. Portofolio merupakan bagian dari penilaian autentik, yang secara langsung dapat merepresentasikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.

Yang dimaksud penilaian otentik itu sendiri adalah penilaian sebenarnya yang dilakukan guru terhadap siswa pada saat proses belajar berlangsung. Arifin (2011:4) mengemukakan bahwa penilaian portofolio merupakan pendekatan yang bertujuan mengukur sejauhmana kemampuan peserta didik dalam mengkonstruksi dan  merefleksi suatutugas/karya.

Melalui pengumpulan yang relevan dengan tujuan pembelajaran sehingga hasil konstruksi dapat dinilai oleh guru dalam periode tertentu. Sebagai instrumen penilaian, portofolio difokuskan pada dokumen tentang kerja pesert didik yang produktif. Yaitu bukti tentang apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan. Portofolio sebagai salah satu instrumen penilaian harus mampu mencerminkan hasil belajar atau hasil pekerjaan peserta didik terhadap sesuatu yang dipelajarinya.

Panduan penilaian SMP sesuai kurikulum 2013 dapat anda download pada tautan ini.

Penilaian portofolio dilakukan untuk menilai karya-karya terbaik peserta didik secara bertahap dan pada akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan. Karya terbaik tersebut disimpan dalam folder dokumen portofolio. Dan pada karya juga diperlukan komentar dan refleksi dari pendidik, dan orangtua peserta didik.

Menurut Sumarna (2006) bahan yang dapat dijadikan  portofolio di sekolah adalah:

1.Pengharagaan tertulis, misalnya sertifikat kejuaraan.

2. Penghargaan lisan, berupa catatan guru dalam waktu tertentu.

3. Hasil karya peserta didik.

4. Ringkasan hasil pekerjaan peserta didik.

5. Catatan peserta dalam kerja kelompok.

6. Contoh terbaik hasil pekerjaan peserta didik meurut guru.

7. Catatan pihak lain yang relevan.

8. Hasil rekapitulasi kehadiran.

9. Hasil ulangan harian atau semester.

10.Prosentase tugas yang telah diselesaikan peserta didik.

11.Catatan pribadi.

12.Daftar kehadiran.

13. Catatan peringatan dari guru.

14. Bahan-bahan audio visual.

Cara dan Langkah Penilaian Portofolio Yang Harus Dilakukan Oleh Pendidik

Bahan-bahan yang dikumpulkan adalah bahan yang dapat memberikan informasi tentang kemajuan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya-karya terbaik menurut pendidik dan peserta didik disimpan dalam folder dokumen portofolio. Setiap karya pada dokumen portofolio harus memiliki makna atau kegunaan bagi peserta didik, pendidik, dan orang tua peserta didik.

Dokumen portofolio dapat menumbuhkan rasa bangga bagi peserta didik sehingga dapat mendorong untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Dengan demikian pendidik lebih mantap dalam mengambil keputusan penilaian karena didukung oleh bukti-bukti autentik.

Pendidik dan peserta didik perlu menentukan ruang lingkup penggunaan portofolio, dengan langkah sebagai berikut:

1.Peserta didik memiliki dokumen portofolio sendiri yang memuat hasil belajar untuk setiap kompetensi.

2. Jenis hasil kerja/karya yang perlu dikumpulkan/disimpan.

3. Pendidik sebaiknya memberi catatan (umpan balik) berisi komentar dan masukan untuk ditindaklanjuti peserta didik.

4. Peserta didik menindaklanjuti masukan pendidik untuk memperbaiki hasil karyanya.

5. Pendidik mencatat perkembangan kemajuan belajar peserta didik berdasarkan masukan yang diberikan.

Rambu-rambu penyusunan dokumen portofolio.

1) Dokumen portofolio berupa karya/tugas peserta didik dalam periode tertentu, digunakan oleh pendidik untuk mendeskripsikan capaian kompetensi keterampilan.

2) Dokumen portofolio disertakan pada waktu penerimaan rapor kepada orangtua/wali peserta didik. Orangtua/wali peserta didik memberi komentar pada dokumen portofolio sebelum dikembalikan ke sekolah.

3) Pendidik pada kelas berikutnya menggunakan portofolio sebagai informasi awal peserta didik yang bersangkutan.

Berikut ini contoh skema penilaian keterampilan dalam satu semester.

https://www.cahayapendidikan.com/wp-content/uploads/2017/11/SKEMA-KD-KET-300x104.png

Dari contoh skema penilaian keterampilan di atas diketahui bahwa dokumen portofolio dapat diperoleh dari hasil penilaian proyek dan atau produk. Berkenaan dengan proses pengolahan nilai keterampilan, nilai portofolio tidak berupa angka melainkan berisi deskripsi.

Berikut peranan portofolio untuk menentukan nilai keterampilan.

https://www.cahayapendidikan.com/wp-content/uploads/2017/11/OLAH-NILAI-KET-300x197.png

Dari tabel di atas jelas bahwa portofolio digunakan untuk memperkuat deskripsi terhadap kompetensi yang telah dikuasai peserta didik. Nilai portofolio susah untuk diwujudkan dalam bentuk angka.

Demikianlah uraian singkat Cara dan Langkah Penilaian Portofolio Yang Harus Dilakukan Oleh Pendidik. Semoga dapat memberi pencerahan bagi para pendidik yang merasa bimbang dalam memberikan nilai keterampilan kepada peserta didik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *