Penilaian K13 oleh Pendidik SMP Edisi Revisi 2017

cahayapendidikan.com-Penilaian K13 oleh Pendidik SMP Edisi Revisi 2017

Dalam setiap kegiatan selalu terdapat siklus perencanaan, pelaksanaan dan penilaian atau evaluasi. Penilaian K13 oleh Pendidik SMP Edisi Revisi 2017.

Siklus ini juga berlaku dalam kegiatan pendidikan, baik yang dilakukan oleh pendidik maupun satuan pendidikan.

Seorang pendidik dituntut harus mampu merencanakan, melaksanakan, mengolah dan memanfaatkan hasil penilaian.

Serta membuat laporan pencapaian kompetensi peserta didik yang diberikan kepada orangtua atau wali.

Semenjak K13 diberlakukan, yang dirasakan sulit untuk dilakukan oleh guru adalah masalah penilaian.

Kelemahan terletak pada perumusan indikator, menyusun butir soal sampai kepada penilaian sikap.

Penilaian K13 oleh Pendidik SMP Edisi Revisi 2017

Apa itu penilaian?

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Dalam Mengumpulkan informasi pencapaian hasil belajar dibutuhkan metode dan instrumen penilaian, serta prosedur analisisnya.

Manfaat penilaian tidak hanya untuk mengetahui pencapaian hasil belajar.

Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penilaian dapat meningkatkan kemampuan proses belajar peserta didik.

Oleh karena itu dalam melakukan penilaian perlu menggunakan pendekatan assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning.

Assessment of learning-penilaian setelah proses pembelajaran selesai. Contoh: Ujian Nasional, USBN dan penialan sumatif lainnya.

Assessment for learning-penilaian selama proses pembelajaran. Misalnya: presentasi, penugasan, penilaian proyek.

Assessment as learning yaitu berfungsi sebagai formatif yang dilakukan pada saat pembelajaran.

Dalam kenyataanya pendekatan Assessment of learning ini yang lebih ditonjolkan, sebetulnya dua lainnya lebih penting.

Lengkapi referensi anda dengan panduan pembelajaran SMP

Karena hasil penilaian dalam pembelajaran ini akan dilaporkan kepada orang tua sebagai bentuk pertanggungjawaban pendidik.

Maka gambaran dalam pengumpulan informasi ini harus lengkap dan akurat.

Oleh karena itu dalam melakukan penilaian harus berpegang teguh pada prinsip:

Sahih, mengukur apa yang seharusnya diukur.

Obyektif, tidak terpengaruh oleh subektifitas penilai.

Adil, tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik.

Terpadu, mengacu pada proses pembelajaran.

Terbuka, dapat diketahui oleh umum baik prosedur maupun kriterianya.

Menyeluruh dan berkesinambungan, menggunakan berbagai teknik penilaian.

Sistematis, dilakukan secara terencan dan bertahap.

Beracuan kriteria, berdasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal KKM.

Akuntabel,  dpat dipertanggungjawabkan baik dari sisi prosedur, teknik, maupun hasilnya.

Sudah tidak asing lagi dalam penilaian K13 dikenal KKM, pembelajaran remedial dan pengayaan.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penentuan KKM.

Karakteristik peserta didik /Intake.

Karakteristik mata pelajaran/kompleksitas

Kondisi satuan pendidikan/daya dukung

Dalam Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan terdapat dua model dalam menetapkan KKM.

Model pertama, setiap mata pelajaran KKM nya berbeda dan model kedua KKM pada satuan pendidikan sama.

 Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

Melalui penilaian dapat diketahui tingkat pencapaian ketuntasan peserta didik selama mengikuti pembelajaran.

Peserta didik yang telah tuntas berdasarkan KKM dapat melanjutkan pembelajaran berikutnya.

Sedangkan yang belum tuntas wajib mengikuti program remedial.

Pembelajaran remedial adalah hak peserta didik, maka harus segera diberikan dengan cara pemberian bimbingan:

Secara individu.

Secara kelompok.

Pemberian pembelajaran ulang dengan media dan metoda yang berbeda.

Pemanfaatan tutor sebaya oleh teman yang telah tuntas.

Pembelajaran remedial dilakukan pada KD yang belum tuntas dengan batas waktu sampai akhis semester.

Pendidik tidak harus memaksakan tuntas apabila sampai waktunya peserta didik tidak dapat mencapai KKM.

Ada tiga alternatif dalam pemberian nilai setelah perserta didik mengikuti pembelajaran remedial>

Peserta didik diberi nilai sesuai capaian yang diperoleh setelah mengikuti remedial.

Dengan merata-rata antara nilai capaian awal dan akhir.

Nilai remedial yang diberikan sesuai batas tuntas KKM.

Program pengayaan difokuskan pada pendalaman dan perluasan dari kompetensi yang dipelajari.

Adapun bentuk pengayaan dapat berupa belajar secara berkelompok maupun mandiri sesuai yang diminati.

Baca: Pedoman Penyusunan RPP

Penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan

Penilaian sikap digunakan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial peserta didik.

Teknik yang digunakan adalah observasi, penilaian diri dan penilaian antar teman.

Pelaksanaan observasi dengan menggunakan lembar observasi.

Ada yang berbentuk tertutup, pendidik tinggal memberi ceklis saja. Ada pula yang berbentuk terbuka dikenal dengan jurnal.

contoh sikap spiritual yang dapat digunakan dan dinilai pada
semua mata pelajaran:

Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.

Menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.

Memberi salam pada saat awal dan akhir kegiatan.

Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan.

Mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri.

Bersyukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu.

Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah berikhtiar.

Memelihara hubungan baik sesama umat ciptaan Tuhan.

Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia.

Menghormati orang lain yang menjalankan ibadah.

Penilaian K13 oleh Pendidik SMP Edisi Revisi 2017

Sedangkan sontoh indikator sikap sosial adalah jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, percaya diri, dan peduli.

Contoh rumusan capaian sikap spiritual.

Predikat: sangat baik

Diskripsi: Selalu bersyukur, selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan, dan toleran pada pemeluk agama yang berbeda; ketaatan beribadah sudah berkembang.

Sikap Sosial

Predikat: Baik

Diskripsi: Santun, peduli, dan percaya diri; kejujuran, kedisiplinan, dan tanggungjawab meningkat.

Penilaian pengetahuan merupakan pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk mengukur proses dan hasil pencapaian kompetensi.

Sebagai dasar dalam penilaian pengetahuan adalah standar isi.

Secara jelas dinyatakan bahwa capaian pembelajaran ranah pengetahuan mengikuti taksonomi Bloom.

Proses kognitif tersusun secara hirarkis mulai mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, menilai dan mengkreasi

Teknik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis, lisan dan penugasan.

Tes terulis dimana soal dan jawabannya disajikan secara tertulis berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian.

Langkah-langkah dalam mengembangkan instrumen:

Memeriksa kompetensi dasar dan indikatornya

Menetapkan tujuan penilaian

Menyusun kisi-kisi

Merakit soal

Menyusun pedoman penskoran

Sedangkan tes lisan diberikan oleh pendidik secara lisan pada saat proses pembaleajaran berlangsung.

Tes ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap berani berpendapat, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif.

Untuk penugasan merupakan pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur dan/atau memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan.

Penilaian K13 oleh Pendidik SMP Edisi Revisi 2017

Dalam perencanaan penilaian, perlu diperhatikan langkah-langkahnya:

Menetapkan tujuan penilaian

Menentukan Bentuk Penilaian

Memilih Teknik Penilaian

Membut Kisi-Kisi

Menulis soal

Menyusun  penskoran

Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian (PH), penilaian tengah semester (PTS), dan penilaian akhir semester (PAS).

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan meliputi ranah berpikir dan bertindak.

Teknik penilaian keterampilan terdiri atas praktik, produk, proyek, dan portofolio.

Dalam perencanaannya meliputi penyusunan kisi-kisi, instrumen, dan rubrik penilaian.

Adapun teknis pelaksanaan penilaian praktik, produk, dan projek:

Pemberian tugas secara rinci.

Penjelasan aspek dan rubrik penilaian.

Pelaksanaan penilaian.

Mendokumentasikan hasil penilain.

Sedangkan nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian praktik, produk, proyek, dan portofolio.

Contoh format penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan dapat anda dapatkan di download RPP IPS kelas 7dan 8.

Demikian informasi tentang penilaian k13 oleh pendidik SMP semaoga bermanfaat.

 

 

 

2 Replies to “Penilaian K13 oleh Pendidik SMP Edisi Revisi 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *