Sistem Peredaran Darah dan Proses Pernapasan Manusia

Cahayapendidika.com – Sistem Peredaran Darah dan Proses Pernapasan Manusia.

Tekanan yang terdapat pada pembuluh darah memiliki prinsip kerja seperti hukum Pascal.

Hal ini karena tekanan pada pembuluh darah merupakan tekanan yang berada pada ruang tertutup.

Pada saat jantung memompa darah, darah akan mendapatkan dorongan sehingga mengalir melalui pembuluh darah.

Saat mengalir dalam pembuluh darah, darah memberikan dorongan pada dinding pembuluh darah yang disebut dengan tekanan darah.

Agar tekanan darah tetap terjaga, maka pembuluh darah harus terisi penuh oleh darah.

Bila terjadi kehilangan darah akibat kecelakaan atau penyakit, tekanan darah dapat hilang. sehingga darah tidak dapat mengalir menuju sel-sel di seluruh tubuh.

Akibatnya, sel-sel tubuh akan mati karena tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi.

Sistem Peredaran Darah dan Proses Pernapasan Manusia

Peredaran Darah

Tekanan darah diukur di dalam pembuluh nadi (arteri) besar yang biasanya dilakukan di tangan bagian lengan atas.

Dan Tekanan darah yang normal berkisar antara 120/80 mmHg.

Angka pertama menunjukkan tekanan saat bilik berkontraksi. dan darah terdorong keluar dari bilik jantung melalui pembuluh arteri disebut angka sistol.

Angka kedua, yaitu yang lebih rendah adalah hasil pengukuran tekanan saat bilik relaksasi. dan darah masuk menuju bilik jantung, tepat sebelum bilik-bilik ini berkontraksi lagi, disebut angka diastol

Pada proses pengukuran tekanan darah juga berlaku hukum Pascal.

Menurut Pascal tekanan yang diberikan kepada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama.

Dengan demikian, tekanan darah yang berada pada bagian aorta, akan sama dengan tekanan yang ada pada arteri atau pembuluh nadi yang ada di lengan atas atau di bagian tubuh yang lainnya.

Baca Juga: Jaringan dan Organ Pada Hewan dan Tumbuhan

Proses Pernapasan Manusia

Di dalam paru-paru tepatnya di alveolus terjadi pertukaran antara oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2).

Setiap menit paru-paru dapat menyerap sekitar 250 mL O2 dan mengeluarkan sebanyak 200 mL CO2.

Proses pertukaran antara O2 dengan CO2 terjadi secara difusi,

yaitu proses perpindahan zat terlarut dari daerah yang memiliki konsentrasi dan tekanan parsial tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi dan tekanan parsial rendah.

Tekanan parsial adalah tekanan yang diberikan oleh gas tertentu dalam campuran gas tersebut.

Pada bagian ini yang dimaksud dengan tekanan parsial adalah tekanan O2 dan CO2 yang terlarut di dalam darah.

Tekanan parsial O2 diberi simbol PO2, sedangkan tekanan parsial CO2 diberi simbol PCO2.

Pada sistem peredaran darah, tekanan parsial antara O2 dan CO2 bervariasi pada setiap organ.

Darah yang masuk ke paru-paru melalui arteri pulmonalis memiliki PO2 yang lebih rendah. dan PCO2 yang lebih tinggi daripada udara di dalam alveoli (alveoli merupakan jamak dari alveolus).

Pada saat darah memasuki kapiler alveoli,

CO2 yang terkandung dalam darah berdifusi menuju alveoli dan O2 yang terkandung dalam udara di alveoli berdifusi ke dalam darah.

Akibatnya PO2 dalam darah menjadi naik (banyak mengandung oksigen) dan PCO2 dalam darah menjadi turun (sedikit mengandung karbondioksida).

Darah tersebut selanjutnya menuju ke jantung, kemudian dipompa ke seluruh bagian tubuh.

Pada saat darah tiba di jaringan tubuh, O2 dalam darah tersebut mengalami difusi menuju jaringan tubuh.

Kandungan CO2 dalam jaringan tubuh lebih besar dari pada kandungan CO2 dalam darah. sehingga CO2 dalam jaringan tubuh mengalami difusi ke dalam darah.

Setelah melepaskan O2 dan membawa CO2 dari jaringan tubuh, darah kembali menuju jantung dan dipompa lagi ke paru-paru.

Baca Juga: Pengangkutan Air dan Nutrisi pada Tumbuhan

Demikian ulasan materi Sistem Peredaran Darah dan Proses Pernapasan Manusia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.