Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

cahayapendidikan.com- Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

Tahun Pelajaran 2017/2018 telah berlangsung hampir 3 bulan. Materi IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017.

Namun demikian bagi sekolah-sekolah yang baru dua tahun menerapkan Kurikulum 2013 baru memiliki Buku Siswa dan Buku Guru Kelas 7.

Buku Siswa maupun Buku Guru IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 belum tersedia di perpustakaan sekolah.

Hal ini terjadi karena percetakan tidak berani mencetak dalam jumlah banyak. Meskipun Buku Siswa dan Buku Guru IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 bisa di download secara bebas.

Kendala lainnya kemungkinan belum adanya petunjuk yang jelas.

Terkait Pengadaan Buku Siswa maupun Buku Guru IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017.

Apabila pihak sekolah menggandakan sendiri. Buku Siswa maupun Buku Guru Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 biayanya sangat besar.

Untuk memperlancar proses pembelajaran, guru terpaksa mengambil materi dari berbagai Buku IPS dari kurikulum lama yang dianggap materinya sesuai.

Dan hal ini cukup menyulitkan bagi guru dan membingungkan bagi siswa.

Baca Juga:

Menjembatani bagi andan yang belum memiliki Materi IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017,

Admin mencoba merangkum Buku Siswa IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017.

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

Dalam Kurikulum 2013 K13, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial IPSdikembangkan berdasarkan Kompetensi Inti  KI dan Kompetensi Dasar KD.

Kompetensi Inti KI 3. (Pengetahuan):

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural. Berdaarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya. Dikaitkan dengan fenomena dan kejadian yang tampak mata.

Kompetensi Dasar KD:

3.1. Menelaah perubahan keruangan dan interaksi antarruang di Indonesia dan negara ASEAN yang diakibatkan oleh faktor alam dan manusia. Dan pengaruhnya terhadap kelangsungan kehidupan ekonomi , sosial, budaya, dan politik.

3.2. Menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda  terhadap kehidupan sosial dan budaya. Serta pengembangan kehidupan kebangsaan.

3.3. Menganalisis keunggulan dan keterbatasan ruang dalam permintaan dan penawaran serta teknologi. Dan pengaruhnya terhadap interaksi antarruang bagi kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia dan negara ASEAN.

3.4. Menganalisis kronologi, perubahan dan kesinambungan ruang geografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya. Dari masa penjajahan sampai tumbuhnya semangat kebangsaan.

Kompetensi Inti KI 4 (Keterampilan):

4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkrit (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat). Ranah abstrak meliputi menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang. Sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

Kompetensi Dasar KD:

4.1. Menyajikan hasil telaah tentang perubahan keruangan dan interaksi antarruang di Indonesia dan negara ASEAN.

Yang diakibatkan oleh faktor alam dan manusia meliputi teknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan, da politik.

Serta pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial,budaya dan politik.

4.2. Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan sosial dan budaya. Serta pengembangan kehidupan kebangsaan.

4.3. Menyajikan hasil analisis tentang keunggulan dan keterbatasan ruang dalam permintaan dan penawaran. Serta teknologo da pengaruhnya terhadap interaksi antarruang bagi kegiatan ekonomi, sosial dan budaya di Indonesia dan ASEAN.

4.4. Menyajikan hasil analisis kronologi, perubahan, da kesinambungan ruang dari masa penjajahan sampai timbulnya semangat kebangsaan.

Dalam rangka mencapai Kompetensi Inti Spiritual KI-1, dilakukan dengan cara menghargai, berpikir dan berperilaku sebagai makhluk beragama.

Sedangkan dalam rangka mencapai Kompetensi Inti Sosial KI-2 muatan materi yang dipilih tentang perilaku hormat terhadap orang lain.

Toleransi terhadap penganut agama lain, suku, ras, golongan, budaya daerah, peduli terhadap sesama, suka menolong, saling memaaffka dan sebagainya.

Materi IPS kelas 8 berbasis 13 Kompetensi Dasar KD, yang dikeas dalam empat  materi pokok.

  1. Interaksi keruangan dalam kehidupan di negara ASEAN.
  2. Pengaruh interaksi sosial terhadap kegidupan sosial dan kebangsaan.
  3. Keunggulan dan keterbaasan ruang serta pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi.
  4. Perubaha masyarakat Indonesia pada masa penjajahan dan timbulnya semangat kebangsaan.

Dari keempat materi tersebut, materi 1 dan 2 diajarkan pada semester pertama, sedangkan materi 3 dan 4 pada semester kedua.

Terdapat 14 prinsip dalam pembelajaran IPS dari:

  1. peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu.
  2. guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar aneka sumber belajar.
  3. pendekatan tekstual menuju proses penguatan pendekatan ilmiah.
  4. pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran terpadu.
  5. parsial menuju pembeljaran terpadu.
  6. verbalisme menuju keterampilan aplikatif.
  7. menekankan jawaban tunggal menuju jawaban multi dimensi.
  8. keseimbangan antara keterampilan fisikal/hardskills dan keterampilan mental/softskills.
  9. pembelajaran mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  10. menerapkan nilai keteladanan ajaran Ki Hajar Dewantoro/ ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani.
  11. pembelajaran yang berlangsung di sekolah, rumah dan masyarakat.
  12. menerapkan prinsip siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.
  13. penggunaan TIK untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran.
  14. pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

Adapun sumber materi IPS adalah:

  1. segala sesuatu yang berada  di sekitar peserta didik. Misal: keluarga, masyarakat, sekolah, dan linungan lainya.
  2. kegiatan manusia, mata pencaharian, pendidikan, produksi, konsumsi, komunikasi dsb.
  3. lingkungan geografis dan budaya.
  4. kehidupan masa lampau.

Berikut ini rincian masing-masing Bab dari Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017:

BAB I: INTERAKSI KERUANGAN DALAM KEHIDUPAN DI NEGARA-NEGARA ASEAN

A. Mengenal Negara-Negara ASEAN

1. Letak Geografis Negara-Negara ASEAN

Secara geografis ASEAN terletak di antara benua Asia dan benua Australia  serta samudera Pasifik dan samudera India.

Letak geografis adalah letak suatu daerag dilihat dari kenyataannya di permukaan bumi dibandingkan dengan daerah lainnya.

2. Letak Koordinat ASEAN

Letak koordinat adalah letak suatu aerah berdasarkan garis bujur dan garis lintang.

Negara-negara ASEAN berada pada koordinat 290 LU s.d. 110 LS dan 920 BT s.d. 1410 BT.

B. Interaksi Antarnegara-negara ASEAN

1. Pengertian, Faktor Pendorong dan Penghambat Kerja Sama

Interaksi negara-negara ASEAN adalah kerja sama antara negara di kawasan Asia Tenggara. Dalam bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan bidang lainnya.

Adapun faktor pendorong terjadinya kerjasama antara lain adanya kesamaan dan perbedaan sumber daya alam dan konsisi geografis.

Sedangkan faktor penghambat kerja sama adalah perbedaan ideologi, adanya konflik dan peperangan, kebijakan protektif, da perbedaan kepentingan.

2. Bentuk-bentuk Kerja Sama (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan dan Perkembangannya.

a. Bentuk kerja sama di bidang sosial budaya,

Bertujuan untuk menciptakan kerukunan dan kemajuan bersama antarnegara anggota.

b. Bidang kerja sama politik dan keamanan

Bertujuan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

c. Bentuk kerja sama di bindang pendidikan

Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan Asia Tenggara dan daya saing internasional.

3. Pengaruh Kerja Sama Bidang Ekonomi, Sosial, Politik, Budaya, dan Pendidikan terhadap Kehidupan di ASEAN.

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara sepakat akan membentuk pasar tunggal. Pasar tunggal ini dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA.

Dengan adanya MEA suatu negara dapat menjual barang atau jasa ke negara anggota ASEAN dengan mudah.

Oleh karena itu setiap negara anggota mulai beraing dalam menyiapkan sumber daya manusia SDM, sehingga mampu bersaing dalam MEA.

4. Upaya-upaya Meningkatkan Kerja Sama di Antara Negara-Negara ASEAN.

Terdapat tiga pilar dalam kerja sama antar anggoita ASEAN. Ketiga pilar itu adalah kerjasama politik-kemanan, ekonomi dan sosial budaya.

Guna meningkatkan kerja sama di antara anggota diperlukan dorongan dari sesama anggota ASEAN. Berupa kekompakan, konsistensi, keterbukaan, persatuan dan kesetiakawanan sosial.

C. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan terhadap Kehidupan di Negara-Negara ASEAN

1. Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang akibat Faktor Alam.

Yang dikmaksud dengan perubahan akibat faktor alam adalah iklim, geologi dan faktor sumber daya.

Sebagian besar wilayah negara ASEAN dipengaruhi oleh iklim matahari, muson dan iklim fisis.

Sedangkan pengaruh faktor geologi adalah sebagian besar wilayah negara ASEAN berada pada daera tumbukan antarlempeng. Sehingga wilayah ini rawan terjadinya bencana alam akibat tenaga endogen.

Tidak semua sumber daya alam yang dibutuhkan suatu negara dimilik oleh negara tersebut. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhannya diperlukan kerjasama antarnegara anggota ASEAN.

2. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi terhadap Perubahan Ruang.

Kemudahan dalam melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari perkembangan Iptek.

Jenis-jenis teknologi yang dimaksud adalah teknologi transportasi dan komunikasi.

3. Pengaruh Perubahan Ruang terhadap Kehidupan Ekonomi.

Seiring diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka mulai negara anggota ASEAN mulai menerapkan AFTA. Yaitu Asean Free Trade Area atau perdagangan bebas dikawasan Asia.

AFTA membuat sebagian besar masyarakat dapat mengonsumsi barang-barang produksi luar luar negeri.

4. Pengaruh Konvensi Lahan Pertanian ke Industri dan Pemukiman terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang.

Konversi lahan ini meliputi konversi lahan pertanian menjadi lahan industri, dan lahan pemukiman.

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

BAB II: PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN

A. Mobilitas Sosial

1. Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial berasal dari bahasa latin mobilis berarti mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dan sosial yang berarti seseorang atau kelompok.

Jadi mobilitas sosial dapat diartikan sebagai perindahan seseorang atau sekelompok orang dari satu posisi ke posisi lainnya.

2. Bentuk-Bentuk Mobilitas sosial

Ada dua bentuk mobilitas yaitu mobilitas vertikal dan mobilitas horisontal.

3. Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial

Adapun mobilitas sosial dapat terjadi karena faltor struktural, individu, sosial, ekonomi, politik, dan faktor kemudahan akses.

Namun demikian mobilitas sosial dapat terhambat dengan adanya faktor kemiskinan dan faktor deskriminasi.

4. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial

Setiap orang tentu menginginkan mobilitas sosial secara vertikal utnuk meningkatkan statusnya dalam masyarakat.

Saluran yang dapat dilalui dalam mobilias sosial antara lain lewat jalur pendidikan, organisasi politik, organisasi ekonomi dan orgnaisasi profesi.

5. Dampak Mobilitas Sosial

Dalam proses mobilitas sosial terdapat dampak positif maupun dampak negatifnya.

Dampak positif mobilitas sosial antara lain mendorong seseorang untuk lebih maju, mempercepat tingkat perubahan sosial, dan meningkatkan integrasi sosial.

Sedangkan dampak negatifnya adalah munculnya konflik dan terjadinya gangguan psikologis.

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

B. Pluralitas Masyarakat Indonesia

1. Perbedaan Agama.

Terdapat enam agama yang berkembang di Indonesia. Bahkan baru-baru ini Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan penganut aliran kepercayaan agar keberadaannya dicantumkan dalam Kartu Tanda Penduduk.

Dengan adanya perbedaan agama akan meningkatkan rasa toleransi di antara umat beragama. Meskipun cara mereka berbeda-beda dalam upacara peribatan, tetapi tujuannya sama. Yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

2. Perbedaan Budaya.

Menurut Sosiolog J.J. Hoenigman ada tiga wujud budaya, yaitu: gagasan, aktifitas, dan artefak.

Sedangkan Koentjaraningrat mengungkapkan tujuh unsur kebudaya, meliputi:

a. perlatan dan perlengkapan

b. mata pencaharan dan sistren ekonomi

c. sistem kemasyarakatan

d. bahasa lisan dan tertulis

e. kesenian

f. sistem pengetahuan

g. religi atau sistem kepercayaan.

3. Perbedaan Suku Bangsa.

Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia.

Bahkan menurut sensus BPS tahun 2010 diketahui terdapat 1.340 suku bangsa. Dengan banyaknya suku bangsa di Indonesia justru mempererat hubungan antar satu dengan lainnya.

4. Perbedaan Pekerjaan.

Pekerjaan adalah salah satu bentuk kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setiap orang memiliki keterampilan yang berbeda-beda, sehingga pekerjaa yang mereka lakukanpun juga berbeda.

5. Peran dan Fungsi Keragaman Budaya

a. sebagai daya terik bangsa asing

b. mengembangkan kebudayaan nasional

c. tertanamnya sikap toleransi

d. mendorong inovasi kebudayaan

C. Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial

1. Konflik dalam Kehidupan Sosial.

Sumber dari konflik adalah adanya perbedaan, yang terdiri atas perbedaan individu, latar belakang budaya, kepentingan. Selain itu juga disebabkan adanya perubahan nilai yang cepat.

2. Integrasi Sosial.

Merupakan proses yang terjadi di masyarakat dalam penyesuaian unsur-unsur yang berbeda menjadi satu kesatuan.

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

BAB III: KEUNGGULAN DAN KETERBATASAN ANTARRUANG PENGARUHNYA TERHADAP KEGIATAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DI INDONESIA DAN ASEAN

A. Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang serta Peran Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian.

1. Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Permintaan, Penawaran, dan Teknologi.

Setiap orang pasti mengomsumsi barang yang berbeda-beda. Dan apa yang di konsumsi itu kadang tidak tersedia di sekitarnya.

Perilaku konsumsi masyarakat pedesaan tentu akan berbeda dengan perilaku konsumsi masyarakat perkotaan.

Masyarakat pedesaan akan lebih sedikit mengonsumsi barang dan jasa dibandingkan dengan masyarakta perkotaan

2. Pengertian Pelaku Ekonomi.

Terdapat empat pelaku ekonomi, yaitu:

a. rumah tangga keluarga atau konsumen.

b. perusahaan atau produsen.

c. pemerintah

d. luar negeri

Keempatnya berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian suatu negara.

3. Peran Pelaku Ekonomi dalam Perekonomian.

Konsumen membutuhkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Dalam hal ini konsumen memilki dua peran, yaitu sebagai konsumen dan faktor produksi.

Diantara produsen dan konsumen ini terdapat distributor yang berperan sebagai penyalur barang dan jasa.

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

B. Perdagangan Antardaerah atau Antarpulau dan Perdagangan Internasional

1. Perdagangan dan Perdagangan Antardaerah/Antarpulau.

Jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negeri tahun 2004 adalah sebanyak 17.504 buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama, sedangkan 9.634 belum memiliki nama.

Sedangkan pulau yang sudah berpenghuni sekitar 6.000 pulau. Perdagangan antarpulau terjadi lantaran tidak semua barang tersedia di pulau tersebut.

2. Perdagangan Antarnegara.

Terjadinya perdagangan antarnegara mengabitkan adany kegiatan ekspor dan impor.  Ekspor adalah kegiatan menjual hasil produksi ke luar negeri. sedangkan impor kegiatan mendatangkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

C. Penguatan Ekonomi dan Agrikultur di Indonesia

1. Penguatan Ekonomi Maritim.

Sekitar 75% wilayah nusantara terdiri atas lautan atau perairan. Menurut data FAO Indonesia merupakan negara peringkat kedua dalam produksi perikanan tangkap. Dan peringkat keempat dalam produksi perikanan budi daya.

2. Penguatan Agrikultur di Indonesia.3. Strategi Pengembangan Agrikultur di Indonesia

Agrikultur merupaka kegiatan pemanfaatn sumber daya alam hayati. Digunakan agar menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri dan sumber energi.

3. Strategi Pengembangan Agrikultur di Indonesia

Pengemabngan agrikultur di Indonesia dilakukan dengan cara ekofarming, distribusi pupuk yang merata dan perbaikan irigasi.

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

D. Pendistribusian Kembali (Redistribusi) Pendapatan Nasional

1. Pengertian Redistribusi Pendapatan.

Redistribusi adalah pendistribusian kembali pendapatan kelompok kaya kepada masyrakat kelompok miskin. Kegiatan ini merupakan bentuk subsidi silang yang diberikan dalam bentuk jaminan sosial.

2. Program Redistribusi untuk Pemerataan Distribusi Pendapatan di Indonesia.

Strategi pemerintah dalam melakukan redistribusi pendapatan melalui program:

a. pemberian jaminan askes kebutuhan dasar bagi masyarkat bawah.

b. pengembangan usaha atau industri kecil.

c. Corporate Social Responsibility (CSR) bekerjasama dengan pihak swasta.

d. penegakan hukun dan keadilan ekonomi.

3. Beberapa Alternatif Praktik Redistribusi Pendapatan di Indonesia.

Sedangkan alternatif redistribusi pendapatan yang dilakukan oleh pemerintah dengan jalan:

a. subsidi silang

b. mengefektifkan pengenaan pajak

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

BAB IV: PERUBAHAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN DAN TUMBUHNYA SEMANGAT KEBANGSAAN

A. Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat ke Indonesia

1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat.

Kedatangan bagsa Eropa ke Indonesia dilatarbelankangi oleh:

a. kekayaan alam Indonesia.

b. adanya motivasi gold, glory dan gospel (3G) oleh bangsa Eropa.

c. berkembangnya revolusi industri di Eropa.

2. Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat ke Indonesia.

Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan:

a. berkembangnya teori helio sentris, di mana matahari sebagai pusat tata surya.

b. kemajuan ilmu dan teknologi, dengan ditemukannya kompas dan tarnsportasi laut.

c. keinginan untuk mencari pusat rempah-rempah.

Adapun bangsa Eropa yang berlayar sampai ke Indonesia adalah Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris.

Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

B. Kondisi Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan

1. Pengaruh Monopoli dalam Perdagangan.

Monopoli berasal dari dua kata, yaitu mono dan poli. Mono berarti satu atau tunggal, sedangkan poli berarti banyak. Sehingga monopoli berarti satu untuk banyak.

Dalam konteks perdagangan, monopoli berarti situasi yang pengadaan barang dagangannya tertentu dikuasai oleh satu orang atau satu kelompok. Dengan demikian harga barang dapat dikendalikan oleh pelaku monopoli.

Contoh pelaku monopoli perdagangan adalah VOC (persekutuan pedagang Belanda) dan EIC (persekutuan pedagang Inggris).

2. Pengaruh Kebijakan Kerja Paksa.

Mendengar istilah kerja paksa kita pasti membayangkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan pemaksaan oleh pihak tertentu.

Dalam hal ini pasti ada majikan yang memaksakan kehendak dan ada pula pekerja yang bekerja secara terpaksa.

Pada jaman penjajahan Belanda, rakyat Indonesia pernah mengalami kerja paksa yang dikenal dengan nama Kerja Rodi.

3. Pengaruh Sistem Sewa Tanah.

Sisten sewa tanah diberlakukan bagi masyarakat Indonesia pada masa Gubernur Jendral Raffles dari Inggris.

Sistem sewa tanah ini dikenal dengan nama Landrent-system. Dengan ketentuan sebagai berikut:

a. petani harus menyewa tanah, padahal petani adalah pemilik tanah

b. harga sewa tanah ditentukan oleh pemerintah Inggris di Indoesia

c. pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai

4. Pengaruh Sistem Tanam Paksa.

Sistem Tanam Paksa dikenal dengan istilah cultuur stelsel. Pemerintah Hindia Belanda memaksa rakyat Indonesia untuk menanam jenis tanaman rempah-rempah.

Kebijakan ini diberlakukan di Indonesia pada masa pemerintahan gubernur jendral Johannes van den Bosch.

5. Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme

Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia ternyata mengakibatkan penderiaan bagi masyarakat. Penderitaan ini terjadi di berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Sebagai reaksi dari penderitaan dan berbagai kebijakan yang merugikan masyarakat, maka terjadilah perlawanan di berbagai daerah.

C. Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

1. Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia.

Nasionalisme di Indonesia muncul disebabkan adanya faktor dari dalam dan luar negeri.

Faktor dalam negeri misalnya, penderitaan rakyat, rasa senasib dan sepenanggungan dan kegagalan perjuangan kedaerahan.

Sedangkan faktor dari luar negeri misalnya munculnya paham pan-Islamisme, Naionalisme, Sosialisme, Liberalisme, dan Demokrasi.

2. Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia.

Kebangkitan nasional adalah masa lahirnya kesadaran bangsa indonesia untuk berjuang secara bersama-sama.

Kebangkitan nasional diawali dengan berdirinya organisasi modern Budi Utomo. Kemudian berdiri pula Sarekat Islam, Sarekat Dagang Islam,Indische Partij, Perhimpunan Indonesia dsb.

3. Pergerakan Nasional pada Masa Pendudukan Jepang.

Perang Dunia II di Asia berdampak pada berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia. Namun bukan berarti bangsa Indonesia terbebas dari penjajahan. Karena bangsa Indonesia di jajah oleh Jepang.

Pada jaman Jepang bangsa Indonesia tetap menderita, apalagi Jepang menerapkan kerja paksa yang dikenal dengan nama Romusha.

Namun pada saat Jepang mulai terdesak oleh sekutu dalam Perang Dunia II,  sikap Jepang mulai melunak.

Demikianlah ringkasan Materi IPS Kelas 8 SMP MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017, Semoga bermanfaat.

Download Buku Pembelajaran IPS untuk Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *