Interaksi Sosial-Materi IPS Kelas 7 Kurikulum 2013

cahayapendidikan.com-Interaksi Sosial-Materi IPS Kelas 7 Kurikulum 2013.

Secara alamiah manusia dilahirkan sebagai makhluk Individu sekaligus makhluk Sosial. Interaksi Sosial-Materi IPS Kelas 7 Kurikulum 2013.

Sebagai makhluk individu, keberadan manusia adalah unik.

Keunikannya terletak pada adanya perbedaan antara manusia yang satu dengan lainnya.

Meskipun manusia dilahirkan secara kembar, namun masing-masing memiliki keunikan sendiri.

Namun sebagai makhluk individu manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

Sedangkan sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain. Manusia tidak dapat terlepas dari kehidupan bermasyarakat.

Manusia disebut makhluk sosial, karena ia memiliki gregariuosness yaitu suatu naluri untuk selalu hidup dengan orang lain.

Pada saat berhubungan dengan orang lain inilah semua kebutuhannya baik material maupun spiritual dapat terpenuhi.

Untuk menjaga agar hubungan antar invividu dapat berlangsung harmonis, maka diperlukan aturan perilaku dalam bermasyarakat.

Interaksi Sosial-Materi IPS Kelas 7 Kurikulum 2013

Pengertian Interaksi Sosial 

Interaksi Sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.

Ciri dari interaksi sosial adalah adanya hubungan timbal balik. Ketika tidak ada aksi dan reaksi, maka tidak terjadi interaksi sosial.

Misalnya, Ayah sedang menonton sepak bola di televisi. Ibu sedang mendengarkan radio di dapur.

Kedua contoh di atas bukan bentuk interaksi sosial, karena tidak terdapat aksi dan reaksi.

Sedangkan contoh interaksi sosial adalah Amir membantu adiknya mengerjakan pekerjaan rumah.

Syarat terjadinya interaksi sosial:

  • Kontak sosial
  • Komunikasi

Melalui kontak dan komunikasi seseorang dapat memberikan tafsiran terhadap perilaku orang lain atau pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain.

Terdapat dua bentu kontak sosial yaitu: kontak sosial secara langsung (face to face) dan secara tidak langsung (melalui media perantara).

Secara langsung misalnya dapat dilakukan melalui jabat tangan, sedangkan tidak langsung misal melalui telepon.

Jadi dimana orang menjalin kontak dan berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan maka terjadilah Interaksi sosial.

Terdapat dua bentuk komunikasi, yaitu Komunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat disebut dengan komunikasi nonverbal.

Dan komunikasi dengan menggunakan kata-kata ini disebut dengan komunikasi verbal.

Ciri-ciri Interaksi Sosial:

  • Jumlah pelakunya lebih dari seorang
  • Berlangsung secara timbal-balik
  • Adanya komunikasi antarpelaku
  • Adanya suatu tujuan tertentu

Sebagai bahan pengayaan silahkan baca juga: Materi Mobilitas Sosial

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

1. Asosiatif

Interaksi sosial yang mengarah kepada hal yang positif atau kesamaan pandangan.

Bentuk asosiatif terdiri atas:

a. Kerjasama

Yaitu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.

Bentuk-bentuk kerja sama: kerukunan, bergaining, kooptasi, koalisi, dan joint venture.

b. Akomodasi

Yaitu usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.

Dalam akomodasi masing-masing yang betentangan berusaha berakomodasi menghilangkan jarak yang menjadi pangkal pertentangan.

Bentuk-bentuk akomodasi: koersi, kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi, stalemate, dan ajudikasi.

c. Asimilasi

Yaitu cara bersikap dan bertindak dalam menghadapi perbedaan untuk mencapai kesatuan dalam pikiran dan tindakan.

Contoh proses asimilasi: sikap toleransi, saling menghargai orang lain dan kebudayaannya, persamaan dalam unsur kebudayaan, serta perkawinan campuran.

d. Akulturasi

Yaitu proses sosial di mana suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari kebudayaan lain tanpa menyebabkan hilangnya bentuk kepribadian sendiri.

Contoh, arsitektur candi di Indonesia pada dasarnya adalah bentuk punden berundak yang merupakan budaya asli Indonesia.

2. Disosiatif

Interaksi sosial yang mengarah kepada hal yang negatif atau mernggangkan solidaritas kelompok.

Bentuk disosiatif terdiri atas:

a. Kompetisi (Persaingan)

Yaitu proses individu atau kelompok yang bersaing untuk mencari keuntungan tanpa menimbulkan benturan fisik.

Di dalam persaingan ini ada dua jenis, yaitu persaingan yang bersifat pribadi dan persaingan kelompok.

Secara garis besar, persaingan juga dapat dibedakan antara persaingan sehat dengan persaingan tidak sehat.

b. Kontravensi

Yaitu sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau
terhadap kebudayaan atau golongan tertentu.

Wujudnya antara lain, rasa tidak senang, kebencian.

c. Pertentangan (Konflik)

Yaitu proses di mana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan menentang pihak lawan kadang disertai ancaman dan kekerasan.

Contoh konflik yang terjadi di masyarakat seperti konflik pribadi, konflik sosial, konflik antarkelas sosial, konflik politik, dan konflik internasional.

Demikian materi Interaksi Sosial yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat khususnya bagi adik-adik kelas 7.

Tetapi anda juga harus membaca materi lengkapnya pada buku siswa kelas 7 revisi 2016.

Jika anda belum memilikinya, silahkan unduh pada tautan ini.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.