Teknik Pemahaman Konseli yang Wajib Dipahami Guru BK

Cahayapendidikan.com – Teknik Pemahaman Konseli yang Wajib Dipahami Guru BK .

Pendidikan pada Sekolah Dasar merupakan landasan penting dalam mengembangkan pendidikan karakter peserta didik.

Penyelenggaraan program bimbingan dan konseling (BK) di SD, guru bimbingan dan konseling atau konselor bekerja dalam tim.

Guru BK di SD bersama guru kelas, kepala sekolah, orangtua, dan masyarakat berupaya menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif.

Namun sayangnya masih banyak SD yang belum memiliki guru yang berlatarbelakang BK, sehingga konseling masih ditangani oleh guru kelas. Oleh karena itu guru kelas harus memiliki pengetahuan tentang layanan bimbingan dan konseling.

Di dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling, guru harus memiliki pemahaman terhadap peserta didik. Sedangkan pemahaman terhadap peserta didik, perlu dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan aplikasi instrumentasi.

Instrumen pengumpulan data dikelompokkan menjadi dua, yaitu tes dan non tes.

1. Teknik tes

Guru BK atau konselor yang telah memiliki lisensi melalui pelatihan sertifikasi tes dapat melakukan tes menggunakan instrumen yang telah dipelajari.

Konselor hendaknya mampu memahami, menginterpretasikan dan menyusun rekomendasi berdasarkan hasil tes.

Instrumen tes terstandar yang dapat digunakan untuk keperluan BK antara lain hasil tes kecerdasan, tes bakat, tes minat. Selain itu terdapat pula tes kepribadian, tes kreativitas, dan tes prestasi belajar.

Hendaknya guru bimbingan dan konseling atau konselor mampu memanfaatkan hasil tes untuk keperluan bimbingan dan konseling.

2. Teknik non tes

Teknik non tes merupakan teknik untuk memahami individu dengan menggunakan instrumen yang terstandar dan tidak standar.

Guru bimbingan dan konseling atau konselor dapat menggunakan instrumen non tes yang telah terstandar.

Instrument non tes terstandar misalnya ITP (Inventori Tugas Perkembangan), AUM (Alat Ungkap Masalah), DCM (Daftar Cek Masalah).

Selain itu konselor dapat menggunakan instrumen yang dikembangkan sendiri. Misalnya instrumen motivasi belajar, sosiometri, identifikasi masalah-masalah dan tingkat stress.

Teknik Pemahaman Konseli yang Wajib Dipahami Guru BK

Di dalam menyusun instrumen non tes perlu ditempuh langkah-langkah sebagaimana mengonstruksi instrumen tes.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan intrumen non tes meliputi:

  • menetapkan tujuan pengungkapan data pribadi
  • menentukan aspek dan atau dimensi yang diukur
  • merumuskan definisi operasional
  • memilih cara pengukuran yang digunakan
  • merumuskan manual penggunaan instrument
  • penyekoran dan pengolahan serta interpretasinya
  • instrumen dan lembar jawaban.

Apabila pada satu sekolah atau gugus tidak ada guru BK atau konselor, maka layanan bimbingan dilakukan oleh guru kelas.

Kewajiban melaksanakan program bimbingan dan konseling terhadap peserta didik di kelas menjadi tanggung jawab gur kelas.

Dengan demikian guru kelas perlu memahami karakteristik peserta didik dengan teknik-tehnik yang sederhana dan mudah digunakan.

Hasil pemahaman terhadap kondisi peserta didik dapat dianalisis sebagai dasar kebutuhan layanan bimbingan dan konseling.

Pada saat pengumpulan data, guru kelas dapat menggunakan teknik pengumpulan data berikut ini.

a. Hasil belajar

Data tentang prestasi belajar peserta didik diperoleh melalui tes hasil belajar akan yang dilakukan oleh guru.

b. Observasi

Teknik observasi digunakan untuk mengamati perilaku peserta didik yang tampak. Sebagai acuan dalam melakukan pengamatan perlu disusun pedoman observasi.

Dari observasi dapat diperoleh data hubungan sosial, aktivitas belajar, kedisiplinan, dan keterlibatan dalam memelihara kebersihan lingkungan sekolah.

c. Wawancara

Wawancara merupakan teknik mengumpulkan data melalui komunikasi langsung dengan responden. Bisa peserta didik, orang tua, teman-teman atau orang lain yang diminta keterangan tentang peserta didik.

Sebelum wawancara perlu disiapkan pedoman wawancara yang berisikan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan data yang diperlukan.

Dari wawancara diperoleh data hubungan teman sebaya, kebiasaan belajar di rumah, interaksi dan komunikasi dalam keluarga, hobinya.

Baca Juga:

Teknik Pemahaman Konseli yang Wajib Dipahami Guru BK

d. AngketĀ 

Angket merupakan alat pengumpul data dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis pula.

Data yang diperoleh melalui angket dapat berupa motivasi belajar, kebiasaan belajar, identitas diri dan keluarga, riwayat kesehatan.

e. Studi dokumentasi

Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data melalui dokumen tertulis maupun elektronik terkait dengan peserta didik.

Dokumen yang bias dipakai misalnya raport, catatan prestasi, buku penghubung, legger, keterangan tentang keluarga, dan dokumen lainnya.

f. Catatan anekdot

Catatan anekdot merupakan kumpulan catatan yang dilakukan secara insidentil tentang perilaku atau peristiwa khusus yang dilakukan peserta didik.

Peserta didik merupakan individu yang sedang berkembang sesuai tahap perkembangan, sehingga mengalami perubahan perilaku.

Oleh karena itu untuk memahami peserta didik perlu mengumpulkan data secara terus menerus sehingga data yang diperoleh selalu terbaharui.

Data tersebut diarsipkan sesuai jenis data sehingga menjadi himpunan data yang mudah untuk diakses. Himpunan data yang lengkap dan selalu diperbaharui akan sangat membantu keterlaksanaan layanan BK maupun layanan pendidikan di sekolah.

Inilah Teknik Pemahaman Konseli yang Wajib Dipahami Guru BK , semoga bermanfaat.

Sumber: Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah Dasar (SD), Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *