Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax?

cahayapendidikan.com-Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax?

Registrasi Kartu SIM Prabayar menjadi informasi yang ramai dibicarakan di media sosial. Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax?

Sebagian masyarakat masih bingung dengan adanya informasi Registrasi SIM Prabayar ini. Sebagian ada yang memposting bahwa registrasi SIM Prabayar ini sifatnya wajib. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan tidak melakukan registrasi, maka kartu akan diblokir. Sehingga pemilik kartu prabayar tidak dapat mengirim maupun menerima pesa melalui ponselnya.

Beredar pula postingan di media sosial bahwa informasi tentang kewajiban registrasi SIM Prabayar adalah HOAX. Apalagi pada saat registrasi harus mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomo Kepala Keluarga (KK). Ada yang beranggapan bahwa dengan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kepala Keluarga (KK) nantinya rawan penyalahgunaan.

Saya yakin, anda juga telah menerima pesan tentang registrasi SIM Prabayar melalui WhatsApp anda yang isinya membingungkan bukan? Bagi anda yang arif dalam menyikapi informasi tersebut tentu akan mencari kebenarannya. Dalam era digitalisasi ini kita diajak untuk semakin bijak dalam menanggapi informasi yang beredar. Setiap orang mempunyai kepentingan yang berbeda pada saat membuat postingan.

Kita harus dapat memilih dan memilah informasi mana yang benar dan bermanfaat. Informasi tersebut yang layak untuk diteruskan kepada pihak lain. Bukannya sekedar meneruskan pesan yang kita tidak tahu kebenarannya. Dari pengalaman memperoleh informasi tentang registrasi Kartu SIM Prabayar yang simpang siur, maka admin mencoba mencari sumber informasi yang terpercaya.

Pilihan jatuh ke laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia. Di laman ini admin menemukan tiga Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika yang berkaitan dengan masalah Registrasi Kartu SIM Prabayar.

Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax?

Pertama: Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 ini ditetapkan sebagai pengganti Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 23/M.KOMINFO/10/2005.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 23/M.KOMINFO/10/ 2005 tentang Registrasi terhadap Pelanggan Jasa Telekomunikasi dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan sehingga perlu diganti. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 mulai berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2016.

Terkait Registrasi Kartu SIM Prabayar sebetulnya telah diatur pada Bab II peraturan menteri Nomor 12 Tahun 2016.

Pasal 2: Kewajiban Jasa Telekomunikasi  mengedarkan Kartu Perdana dalam keadaan tidak aktif.

(1) Penyelenggara Jasa Telekomunikasi wajib mengedarkan Kartu Perdana dalam keadaan tidak aktif untuk semua layanan Jasa Telekomunikasi, kecuali untuk keperluan Registrasi.

(2) Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:

a. layanan pesan singkat ke nomor Registrasi yang ditentukan oleh Penyelenggara Jasa Telekomunikasi; dan/atau

b. layanan panggilan masuk dan panggilan keluar ke Pusat Kontak Layanan Penyelenggara Jasa Telekomunikasi.

(3) Pelanggan Prabayar mempunyai hak untuk menggunakan Jasa Telekomunikasi setelah melakukan Registrasi secara benar kepada Penyelenggara Jasa Telekomunikasi.

Pasal 3 terkait Identitas Pelanggan Prabayar:

Pelaksanaan Registrasi calon Pelanggan Prabayar dilakukan dengan menggunakan identitas calon Pelanggan sebagai berikut:

a. Nomor MSISDN atau Nomor Pelanggan yang digunakan;
b. NIK bagi Warga Negara Indonesia; dan
c. Paspor, Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi Warga Negara Asing.

Dengan demikian sudah jelas bahwa terkait  Registrasi Kartu SIM Prabayar sebetulnya sudah dibelakukan sejak Agustus 2016. Namun dalam implementasi Peraturan Menteri belum berjalan sesuai rencana. Pihak penyelenggara jasa telekomunikasi belum secara maksimal melaksanakan peraturan menteri tersebut, apalagi terhadap pelanggan lama. Artinya pelanggan yang telah menggunakan kartu sebelu peraturan meneteri dikeluarkan.

Sebaliknya bagi pengguna jasa telekomunikasi juga belum menyadari arti pentingnya registrasi kartu SIM Prabayar. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi dapat anda unduh disini.

Kedua: Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2017.  Tentang Perubahan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016  Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. 

Peraturan Menteri KOMINFO ini ditetapkan pada tanggal 4 September 2017. Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan dan kehandalan sistem untuk melakukan validasi data calon pelanggan dan/atau pelanggan jasa telekomunikasi. Serta mempertimbangkan perlindungan terhadap kepentingan pelanggan jasa telekomunikasi perlu dilakukan perpanjangan batas waktu penyesuaian pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi.

Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax?

Terdapat 9 perubahan dari Permen KOMINFO Nomor 12 Tahun 2016. Perubahan tersebut terletak pada:

1.Ketentuan Pasal 5 tentang tahapan registrasi melalui gerai.

2. Ketentuan Pasal 8 tentang aturan main jika tidak dapat tervalidasi sampai dengan 5 (lima) kali.

3. Ketentuan ayat (2) Pasal 9 tentang Validasi tidak dapat dilakukansebagai akibat adanya gangguan di sisi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi, dan dari sisi instansi pemerintah.

4. Ketentuan Pasal 10 tentang pengaktifan Nomor MSISDN atau nomor Pelanggan oleh  Jasa Telekomunikasi.

5. Ketentuan ayat (1) Pasal 15 tentang batas waktu penyelesaian Registrasi ulang Pelanggan Prabayar.

6. Ketentuan ayat (1) Pasal 16 diubah dan menambah ayat (4).

Tentang  kewajiban pemblokiran layanan bagi Pelanggan Prabayar yang belum melakukan registrasi oleh Penyelenggara Jasa Telekomunikasi.

7. Ketentuan Pasal 17 ayat (5) tentang kewajiban jasa telekomunikasi menyimpan dan merahasiakan data pelanggan.

8. Diantara Pasal 21 dan Pasal 22 ditambah 1 (satu) Pasal, yakni Pasal 21A.

9. Bab V dihapus.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2017 dapat anda unduh disini.

Ketiga: Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017.  Tentang Perubahan  kedua Atas Peraturan menteri komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Permen KOMINFO Nomor 21 Tahun 2017 ini ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 18 Oktober 2017. Dan diunggah pada hari Senin, 23 Oktober 2017 dan ketika admin berkunjung ke laman ini  telah diunduh sebanyak 1329 kali. Adapun dasar pertimbangan perubahan Permen KOMINFO yang kedua adalah untuk meningkatkan perlindungan terhadap informasi yang bersifat pribadi. Selain itu diharapkan dapat memberikan memberikan rasa keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat.

Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax?

Pada perubahan yang kedua ini terdapat 3 pasal yang diubah, yaitu:

1.Ketentuan Pasal 6 tentang Registrasi sendiri oleh pelanggan prabayar melalui SMS. Apabila terjadi kegagalan dalam registrasi, pelanggan diberi kesempatan registrasi sampai 5 (lima) kali.

2. Ketentuan Pasal 7 tentang Tahapan registrasi oleh pelanggan prabayar melalui laman situs Penyelenggara Jasa Telekomunikasi.

3. Perubahan Lampiran Surat Pernyataan. Pada surat pernyataan ini tidak mencantumkan nama ibu kandung, cukup dengan NIK dan nomor KK.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017 dapat anda unduh disini.

Nah… Sekarang kita tidak perlu bimbang dan ragu lagi untuk melakukan registrasi kartu SIM prabayar kita. Dasar hukum pelaksanaan registrasi kartu SIM Prabayar sudah jelas.

Jangan berprasangka buruk terhadap pemerintah terkait peraturan menteri ini. Semua ini dilakukan demi menjaga privasi kita yang menjadi kewajiban pemerintah.

Apabila anda membutuhkan informasi terkait hasil seleksi administrasi PKH, silahkan kunjungi tautan ini.

Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax?

Terjawab sudahlah pertantanyaan:  Sudahkah Anda Melakukan Registrasi Kartu SIM Prabayar? Bagi yang sudah registrasi dan telah berhasil admin mengucapkan selamat. Bagi anda yang belum melakukan registrasi segera lakukan, tidak perlu bimbang karena dasar hukumnya jelas. Abaikan berita sumbang tentang registrasi kartu SIM Prabayar.

Caranya: Bagi pelanggan lama, Ketik ULANG Masukkan NIK tanda#Nomor KK#  kirim SMS ke 4444.

Apabila registrasi anda telah berhasil ada pesan seperti gambar di awah ini.

Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax?

Perlu anda ketahui bahwa dalam rangka registrasi Kartu SIM Prabayar ini tidak dikenai biaya SMS.

Demikianlah informasi terkait Registrasi Kartu SIM Prabayar Resmi atau Hoax? Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *