Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 1

Cahayapendidikan.com – Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 1.

Pada K13 muatan lokal sekolah ditiadakan dan diganti dengan mata pelajaran Prakarya dengan struktur kurikulum 2 jam/ minggu.

Materi pembelajaran Prakarya diberlakukan secara nasional.

Tujuan pembelajaran Prakarya agar peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri.

Peserta didik merasa bangga terhadap produk yang dihasilkan sendiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar.

Dengan demikian Prakarya merupakan ilmu terapan yang mengaplikasikan pelbagai bidang ilmu pengetahuan.

Dampaknya adalah peserta didik mampu menyelesaikan masalah praktis yang secara langsung mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Dalam mata pelajaran Prakarya terdapat empat aspek yaitu Kerajinan, Rekayasa, Budidaya, dan Pengolahan.

Dalam pembelajaran Prakarya ini siswa terbantu dengan adanya gambar dan penugasan.

Peserta didik dapat mengekplorasi bahan-bahan yang terdapat di sekitarnya.

Baca: Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Kurikulum 2013

Pada kesempatan ini admin akan berbagi Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 1

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 1

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 1

Kerajian Bahan Lunak

Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan dengan menggunakan bahan dasar bersifat lunak.

Bahan dasar yang bersifat lunak yaitu lentur, lembut, empuk dan  mudah dibentuk. Kerajinan ini sengaja dibuat dengan memadukan menggunakan bahan pewarna lain.

Jenis karya ini dapat dibedakan menurut manfaatnya. Ada yang digunakan sebagai perlengkapan busana, kelengkapan suatu benda, rumah dan keperluan ritual.

Bertolak pada prinsip kemanfaatannya, kerajinan ini dapat dikategorikan sebagai produk:

a. menambah keindahan penampilan

b. memberi kekhasan suatu benda

c. menjadi persyaratan pemakaian

d. dibuat sebagai duplukasi benda asli.

e. merupakan pertanda atau simbol

f. sebagai bagian dari karya seni

Keberadaan bahan lunak dari alam semakin menipis, sehingga digantikan bahan lunak buatan. Bahan lunak buatan ini lebih praktis, ekonomis dan memiliki nilai jual tinggi.

Bahan lunak alam diperoleh dari alam sekitar dan pengolahannya dicampur dengan bahan buatan. Contohnya tanah liat, kulit, getah kayu, dan bubur tisu.

Sedangkan bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan dicampur dengan zat kimia tertentu. Sehingga menjadi lunak, lembut, mudah dibentuk. Contohnya: polymer clay, gips, fiberglass, lilin, sabun, dan parafin.

Teknik kerajinan yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik bahannya. Bisa tengan teknik  mengukir, mengecor, menempel , melipat dan menggulung.

Sedangkan syarat perancangan benda kerajinan mengacu pada kegunaan, kenyamanan, keluwesan, keamanan dan keindahan.

Contoh kerajinan lunak bahan alam antara lain kerajinan keramik, kulit, adonan tepung, dan getah nyatu.

Banyak bahan buatan yang dapat digunakan untuk kerajinan. Bahan-bahan tersbut meisalnya lilin, plastik, kaca, gips, semen, fiberglass, sabun, parafin atau spon.

Pada praktiknya kerajinan dibuat dengan mempertimbangkan wilayah kerja dengan beberapa prinsip berikut.

1. Keterampilan Tangan
Kerajinan dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan.
Meskipun diproduksi banyak, produk kerajinan masih tetap mengandalkan tangan.

Sementara itu, industri bertumpu pada kekuatan mesin. Inilah yang membedakan antara produk kerajinan dan produk industri.

2. Keterampilan Teknik
Pembuatan benda-benda kerajinan dilakukan secara berulang-ulang dan didasari oleh keterampilan teknik/ keprigelan.

Sehingga produk yang dihasilkan sudah tentu memiliki kekhasan tangan yang nampak dengan detail, rumit, dan hanya bisa dilakukan dengan keterampilan teknik yang dimiliki oleh tangan seseorang.

3. Kedaerahan/Tradisional
Kerajinan merupakan benda-benda yang mempunyai nilai guna praktis, bersifat universal, dibuat dengan keterampilan teknik tangan namun masih dipengaruhi oleh adat istiadat setempat.

Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak yaitu lentur, lembut, empuk, dan mudah dibentuk.

Secara umum jenis karya ini dapat dipilah menurut manfaatnya, sebagai berikut.

1. Kelengkapan Busana
Produk kerajinan bahan lunak dibuat dengan mempertimbangankan produk tersebut dapat mempercantik diri dalam menggunakan busananya.
Contohnya produk-produk aksesoris seperti gelang, kalung, bros, dan cincin.

2. Kelengkapan Suatu Benda
Kerajinan bahan lunak yang difungsikan sebagai kelengkapan suatu benda. Sebagai contoh, kotak tisu yang dilengkapi dengan hiasan keramik pada bagian muka.

Jika kotak tisu sudah tidak terpakai, keramik dapat dilepas dan dipasangkan pada kotak tisu lainnya.

3. Kelengkapan Rumah/Bangunan
Produk kerajinan dapat dijadikan manfaat sebagai pelengkap rumah/bangunan tertentu. Contohnya, air mancur berbentuk kodok di taman rumah.

4. Kelengkapan Keperluan Ritual/Upacara Adat
Banyaknya ritual/upacara adat Nusantara, tentunya bervariasi pula kerajinan bahan lunak yang dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap upacara, contohnya lilin.

Lilin banyak digunakan untuk berbagai acara ritual dan pesta adat.

Berdasarkan prinsip kebermanfaatan di atas maka kerajinan bahan lunak dapat dikategorikan sebagai produk-produk berikut.

1. Menambah keindahan

2. Memberi penekanan atau kekhasan pada suatu benda

3. Menjadi persyaratan pemakaian

4. Merupakan pertanda atau simbol

5. Dibuat khusus sesuai benda aslinya (duplikasi)

6. Sebagai bagian dari karya seni

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak

Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi menjadi dua jenis sebagai berikut.

1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan.

2. Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk.

Ciri-ciri dari bahan lunak

1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.

Contoh: Tanah liat, Kulit, Getah Nyatu, Flour Clay.

Jenis kerajinannya antara lain:

a. keramik

b. Kerajinan Kulit

c. Kerajinan Adonan Tepung (Flour Clay)

d. Kerajinan Getah Nyatu

2. Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam dengan maksud mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak.

Contoh: Polymer Clay dan Plastisin, Fiberglass, Lilin dan Parafin, Gips, Sabun.

Proses Produksi Kerajinan Bahan Lunak

Sebelum membuat kerajinan, perlu dipahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas. maka proses penciptaannya harus mengacu pada persyaratan.

Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan sebagai berikut.

1. Kegunaan (Utility)
Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan.

2. Kenyamanan (Comfortable)
Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya.

3. Keluwesan (Flexibility)

Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya.

4. Keamanan (Safety)
Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya.

5. Keindahan (Aestetic)

Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibanding benda yang biasa-biasa saja.

Baca Juga:

1. Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 2

2. Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 3, Budi Daya

3. Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 4, Pengolahan

Selengkapnya Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 dapat anda unduh disini.

Demikian Rangkuman Materi Prakarya Kelas 8 Semester 1 Bab 1, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *