PP Nomor 19 dan 20 Tahun 2018 Tentang THR

Cahayapendidikan.com – PP Nomor 19 dan 20 Tahun 2018 Tentang THR.

Pemberian Tunjangan Hari Raya THR kepada abdi negara dan pensiunan merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Tunjangan Hari Raya THR merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan bagi para abdi negara. PP Nomor 19 dan 20 Tahun 2018 Tentang THR.

Agar pemberian Tunjangan Hari Raya THR memiliki legalitas dan dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah atau PP. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan PP Nomor 19 dan 20 tentang Tunjangan Hari Raya THR tahun 2019.

PP Nomor 19 tahun 2018 tentang pemberian THR kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, Penerima Pensiunan Penerima Tunjangan.

Sedangkan PP Nomor 20 tahun 2018 tentang pemberian THR kepada Pimpinan dan Pegawai Non PNS pada Lembaga Non Struktural.

Berikut admin kutipkan sebagian isi dari PP Nomor 19 tahun 2018 tentang pemberian THR terkait yang berhak menerima THR.

PNS adalah warga negaera yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat sebagai aparatur sipil Negara secara tetap. Mereka diangkat oleh pejabat Pembina kepegawaian unutk menduduki jabatan tertentu.

Prajurit TNI adalah anggota Tentara Nasional Indonesia dan anggota POLRI adalah anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Baca: PP Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pencairan Gaji ke-13

Yang termasuk pejabat negara antara lain:

  1. Presiden dan Wakil Presiden
  2. Ketua, Wakil Ketua dan anggota MPR, DPR, serta DPRD.
  3. Pejabat di Mahkamah Agung dan hakim pada semua pengadilan, kecuali hakim ad Hoc.
  4. Ketua, Wakil Ketua dan anggota Makamah Konstitusi, BPK, Komisi Yudisial, dan KPK.
  5. Menteri dan jabatan setingkat menteri.
  6. Para Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.
  7. Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota

PP Nomor 19 dan 20 Tahun 2018 Tentang THR

Yang dimaksud dengan penerima pensiun meliputi penerima pensiun:

  1. PNS, TNI, dan POLRI.
  2. Pejabat Negara
  3. Janda, duda atau anak dari penerima pension.
  4. Orang tua dari PNS yang meninggal dunia.

Sedangkan yang dimaksud dengan penerima tunjangan adalah para penerima tunjangan:

  1. Veteran.
  2. Anggota KNIP.
  3. Penghargaan perintis pergerakan kebangsaan/kemerdekaan.
  4. Janda atau duda dari penerima tunjangan nomor 1 dan 2.
  5. Bekas tentara KNIL
  6. Anak yatim/piatu prajurit TNI/anggota POLRI.
  7. Prajurit TNI/anggota POLRI yang diberhentikan dengan hormat yang telah memeiliki masa dinas 5 – 15 tahun.
  8. Pensiun prajurit TNI/anggota POLRI yang diberhentikan dengan hormat yang telah memeiliki masa dinas 15 – 20 tahun.
  9. Orang tua dari Prajurit TNI/anggota POLRI yang gugur.
  10. Cacat bagi PNS, pejabat negara, Prajurit TNI dan anggota POLRI.

Perlu admin informasikan juga bahwa besaran THR yang diberikan adalah sebesar penghasilan pada Mei.

Besaran penghasil tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangangan jabatan atau tunjangan umum dan tunjangan kinerja.

Besaran Tunjangan Hari Raya THR yang akan diterimakan kepada yang berhak tersebut tidak dikenakan potongan iuran dan/atau potongan yang lain.

Bagi anda calon penerima Tunjangan Hari Raya THR pasti bertanya-tanya kapan tunjangan akan dicairkan? Menurut PP Nomor 20 Tahun 2018, Tunjangan Hari Raya THR akan diberikan pada bulan Juni 2018.

Selengkapnya informasi terkait Peraturan Pemerintah Nomor 19 dan 20 tahun 2018 dapat anda unduh di sini.

Demikian sekilas informasi Tunjangan Hari Raya THR tahun 2018 semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *