Planet dalam Sistem Tata Surya

Cahayapendidikan.com – Planet dalam Sistem Tata Surya.

Pengamatan awal mencatat terkait perubahan posisi dari planet-planet dan mengembangkan ide-ide terkait tata surya yang didasarkan pada pengamatan dan kepercayaan.

Saat ini, manusia juga mengetahui objek di dalam sistem tata surya mengorbit pada Matahari.

Selain itu, gravitasi Matahari juga memengaruhi pergerakan benda-benda dalam sistem tata surya sebagaimana gravitasi Bumi memengaruhi pergerakan bulan yang mengorbit adanya.

Pada awal tahun 1600an, Johannes Kepler seorang ahli matematika dari Jerman mulai mempelajari orbit planetplanet.

Ia menemukan bahwa bentuk orbit planet tidak melingkar, tetapi berbentuk oval atau elips.

Perhitungan lebih lanjut menunjukkan bahwa letak Matahari tidak di pusat orbit, tetapi
sedikit offset.

Kepler juga menemukan bahwa planet bergerak dengan kecepatan yang berbeda dalam orbitnya di sekitar Matahari.

Rata-rata kecepatan orbital planet dalam tata surya ditunjukkan pada tabel berikut.

No.  PlanetRata-rata Kecepatan Orbital (km/s)
1Merkurius 48
2Venus 35
3Bumi 30
4Mars 24
5Jupiter 13
6Saturnus 9,7
7Uranus 6,8
8Neptunus 5,4

Tabel di atas menunjukkan bahwa planet yang dekat dengan Matahari bergerak lebih cepat daripada planet yang jauh dari Matahari.

Bidang edar planet-planet dalam mengelilingi Matahari disebut bidang edar dan bidang edar Bumi dalam mengelilingi Matahari disebut bidang ekliptika.

Planet dalam Sistem Tata Surya

Susunan Tata Surya terdiri atas Matahari, Planet Dalam, Planet Luar, Komet, Meteorid, dan Asteroid.

1. Matahari

Matahari adalah bintang yang berupa bola gas panas dan bercahaya yang menjadi pusat sistem tata surya.

Tanpa energi intens dan panas Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi.

Matahari memiliki 4 lapisan, yaitu sebagai berikut.

a. Inti Matahari, memiliki suhu sekitar 1,5 x 107oC yang cukup untuk mempertahankan fusi termonuklir yang berfungsi sebagai sumber energi Matahari.

Energi dari inti akan diradiasikan ke lapisan luar Matahari dan kemudian sampai ke ruang angkasa.

b. Fotosfer, memiliki suhu sekitar 6.000 Kelvin, dengan ketebalan sekitar 300 km. Melalui fotosfer, sebagian besar radiasi Matahari ke luar dan terdeteksi sebagai sinar Matahari yang kita amati di Bumi.

Di dalam fotosfer terdapat bintik Matahari, yaitu daerah dengan medan magnet yang kuat
dan dingin serta lebih gelap dari wilayah sekitarnya.

c. Kromosfer, memiliki suhu sekitar 4.500 Kelvin dan ketebalannya 2.000 km.

Kromosfer terlihat seperti gelang merah yang mengeliling Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total.

d. Korona, merupakan lapisan terluar Matahari dengan suhu sekitar 1.000.000 Kelvin dan ketebalannya sekitar 700.000 km.

Memiliki warna keabu-abuan yang dihasilkan dari ionisasi atom karena suhu yang sangat tinggi.

Korona terlihat seperti mahkota dengan warna keabu-abuan yang mengelilingi Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total.

Di antara inti dan fotosfer terdapat daerah radiasi dan daerah konveksi. Di daerah tersebut energi berpindah secara radiasi dan konveksi.

2. Planet Dalam

Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri.

Dan planet hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari bintang. Planet dalam disebut juga dengan Planet Terestrial,

Planet Terestrial adalah planet yang letaknya dekat dengan Matahari, berukuran kecil, memiliki sedikit satelit atau tidak sama sekali, berbatu, terestrial,

sebagian besar terdiri atas mineral tahan api, seperti silikat yang membentuk kerak dan mantelnya, serta logam seperti besi dan nikel yang membentuk intinya.

Selain itu, planet dalam juga memiliki atmosfer yang cukup besar untuk menghasilkan cuaca, memiliki kawah dan fitur permukaan tektonik. Seperti lembah retakan dan gunung berapi.

Planet dalam terdiri atas: a) Merkurius, b) Venus, c) Bumi, dan d) Mars.

3. Planet Luar

Planet luar disebut juga dengan planet Jovian. Planet Jovian adalah planet yang letaknya jauh dengan Matahari, berukuran besar, memiliki banyak satelit, dan sebagian besar tersusun dari bahan ringan. Seperti hidrogen, helium, metana, dan amonia.

Planet-planet dalam dan luar dipisahkan oleh sabuk asteroid.

Planet luar terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

4. Komet
Komet berasal dari Bahasa Yunani, Kometes artinya  berambut panjang.

Definisi Komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan orbit yang sangat
lonjong.

Komet ini terdiri atas debu, partikel batu yang bercampur dengan es, metana, dan amonia.

cahayapendidikan.com

Bagian-bagian komet, terdiri atas.
a. Inti komet, yaitu bagian komet yang berukuran lebih kecil, padat, tersusun dari debu dan gas.
b. Koma, yaitu daerah kabut di sekitar inti.
c. Ekor komet, yaitu bagian komet yang berukuran lebih panjang. Arah ekor komet selalu menjauhi Matahari dikarenakan dorongan yang berasal dari angin dan radiasi Matahari.

5. Meteoroid

Meteoroid adalah potongan batu atau puing-puing logam (yang mengandung unsur besi dan logam) yang bergerak di luar angkasa.

Dan Meteorid mengelilingi Matahari dengan orbit tertentu dan kecepatan yang bervariasi.

Meteoroid tercepat bergerak di sekitar 42 km/detik. Ketika Meteoroid tertarik oleh gravitasi
Bumi, maka sebelum sampai di Bumi, meteorid akan bergesekan dengan atmosfer Bumi.

Gesekan tersebut akan menghasilkan panas dan membakar meteoroid tersebut.

Meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer Bumi disebut meteor.

Apabila Meteoroid tidak habis terbakar oleh atmosfer Bumi dan jatuh ke Bumi disebut meteorit

6. Asteroid
Asteroid adalah potongan-potongan batu yang mirip dengan materi penyusun planet. Sebagian besar asteroid terletak di daerah antara orbit Mars dan Jupiter yang disebut
sabuk Asteroid.

Baca Juga: Pengertian dan Karakteristik Lapisan Hidrosfer

Demikian ulasan materi terkait Planet dalam Sistem Tata Surya, Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.