Juknis Penulisan Ijazah Tahun Pelajaran 2017 2018

Cahayapendidikan.com – Juknis Penulisan Ijazah Tahun Pelajaran 2017 2018.

Berbagai tahapan ujian telah dilaksanakan oleh pihak sekolah. Kegiatan berikutnya setelah pengumuman kelulusan adalah penulisan ijazah bagi peserta didik yang berhasil menempuh studinya. Guna memperlancar dan menghindari kesalahan dalam penulisan ijazah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan menerbitkan Juknis Penulisan Ijazah Tahun Pelajaran 2017 2018.

Pada tahun pelajaran 2017/2018 ini terdapat dua kurikulum yang digunakan di sekolah-sekolah yaitu K-2006 dan K-2013. Mengingat adanya penggunaan kurikulum yang berbeda, maka ijazah yang diterbitkan oleh sekolah-pun juga tidak sama.

Oleh sebab itu sekolah atau satuan pendidikan harus jeli dan ekstra hati-hati dalam melakukan penulisan ijazah, sehingga tidak terjadi kesalahan. Kesalahan sekecil apapun dalam penulisan ijazah dapat berakibat fatal bagi pemegang ijazah tersebut.

Juknis penulisan ijazah ini sengaja diterbitkan lebih awal agar pihak sekolah memiliki cukup waktu untuk memahaminya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan blangko ijazah untuk sekolah regular dan bahkan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK).

Petunjuk teknis pengisian blangko ijazah tahun pelajaran 2017/2018 merupakan lampiran dari Keputusan Nomor: 016/H/EP/2018. Keputusan ini tertanggal, 5 Maret 2018 dan ditandatangani oleh Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Secara garis besar, petunjuk teknis pengisian blangko ijazah tahun pelajaran 2017/2018 ini terdiri atas:

Pertama: Petunjuk Umum.

Kedua: Petunjuk Khusus Pengisian Halaman Muka.

Ketiga: Petunjuk Khusus Pengisian Halaman Belakang.

Keempat: Contoh Blangko Ijazah sesuai Petunjuk Pengisian Halaman Muka dan Halaman Belakang Ijazah.

Baca juga: Permendikbud terbaru tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah

Petunjuk umum pengisian blangko ijazah tahun pelajaran 2017/2018. 

Yang dimaksud dengan ijazah adalah dokumen resmi yang diterbitkan sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan. Ijazah tersebut diberikan setelah lulus dari satuan pendidikan.

Adapun blangko Ijazah dicetak oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. Sedangkan ijazah untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, SPK, Paket A, B, dan C.

Pada tahun pelajaran 2017/2018 badan Pengembangan dan Penelitian Kemdikbud menerbitkan tiga jenis Ijazah.

(1) Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006.

(2) Ijazah bagi sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013.

(3) Ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK).

Perbedaan tersebut terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka. Daftar nilai pada ijazah menyesuakan dengan struktur kurikulum yang berlaku pada sekolah yang bersangkutan.

Misalnya Kode ijazah DN-Ma/06 0000001 pada halaman muka diperuntukan bagi sekolah yang menggunakan kurikulum 2006. Kode ijazah DN-Ma/13 0000001 untuk kurikulum 2013, sedangkan kode ijazah DN-Ma/SPK 0000001 untuk Satuan Pendidikan Kerjasama.

Setiap jenjang pendidikan kode ijazah tersebut berbeda-beda. Misalnya DN-Ma berarti ijazah tersebut diperuntukkan bagi SMA, sedangkan kode untuk SMK adalah DN-Mk.

Lalu bagaimana dengan kode untuk SMP, SD, sekolah luar biasa dan pendidikan kesetaraan serta SPK?

Untuk SMP kode ijazahnya DN-Dp, SMP Luar Biasa kodenya DN-Dpb, sedangkan untuk SMP-SPK adalah DN-Dp/SPK.

Kode ijazah untuk SD adalah DN-Dd, untuk SD Luar Biasa dengan kode DN-Ddb serta DN-Dd/SPK. Selanjutnya untuk pendidikan kesetaraan adalah DN-PA bagi Kejar Paket A, DN-PB  paket B dan DN-PC Paket C.

Nomor Ijazah adalah sistem pengkodean pemilik Ijazah yang mencakup kode penerbitan, kode jenjang pendidikan, kode jenis satuan pendidikan. Lalu kode kurikulum yang digunakan, dan nomor seri dari setiap pemilik Ijazah.

Petunjuk Teknis Penulisan Ijazah tahun pelajaran 2017/2018 

Setiap ijazah terdiri atas dua muka dicetak bolak-balik. Pada halaman muka berisi identitas dan redaksi, sedangkan pada halama belakang berisi daftar nilai ujian.

Siapakah yang berhak menulis ijazah? Penulisan ijazah dilakukan oleh panitia yang dibentuk oleh kepala sekolah atau kepala SKB/ketua PKBM.

Perlu diperhatikan bahwa ijazah ditulis dengan tangan menggunakan huruf yang benar, jelas, rapi, bersih, dan mudah dibaca. Tinta yang digunakan warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus. Namun dalam kondisi tertentu ijazah dapat diisi dengan sistem komputer (dicetak).

Lalu, bagaimana seandainya terjadi kesalahan dalam penulisan ijazah?

Kesalahan yang terjadi akibat penulisan ijazah tidak boleh dibetulkan dengan cara dicoret, ditimpa maupun dihapus. Tetapi harus dilakukan penggantian dengan blangko ijazah yang baru.

Namun perlu diperhatikan bahwa jumlah blangko ijazah yang diberikan kepada sekolah disesuaikan dengan jumlah peserta yang lulus. Oleh sebab itu perlu kehati-hatian dalam penulisan ijazah agar terhindar dari kesalahan.

Manakala ditemukan kesalahan penulisan dalam ijazah dan sudah tidak ada sisa blangko ijazah, maka dapat dibuatkan ralat sekolah penyelenggara. Ralat tersebut berupa surat keterangan yang ditandatangani oleh kepala satuan pendidikan yang bersangkutan.

Juknis Penulisan Ijazah Halaman Muka 

Blangko ijazah bagian muka berisi indentitas dan diskripsi. Bagian identitas yang perlu diisi meliputi:

(1) Nama sekolah, Nomor Pokok Sekolah Nasional, Kabupaten/Kota dan Provinsi.

(2) Nama peserta didik, dalam penulisannya digunakan huruf kapital sesuai dengan akte kelahiran atau ijazah pada jenjang sebelumnya.

(3) Tempat tanggal lahir, sesuaikan dengan akte kelahiran atau ijazah pada jenjang sebelumnya. (4) Nama orang tua peserta didik.

(5) Nomor Induk Siswa, sesuai yang tercantum pada buku induk sekolah.

(6) nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit. Tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak oleh kementerian.

(7) Nomor peserta Ujian Nasional terdiri atas 14 (empat belas) digit. Satu digit berisi informasi jenjang pendidikan, dua digit berisi informasi tahun, dua digit berisi informasi kode provinsi. Berikutnya dua digit berisi informasi kode Kabupaten/Kota, tiga digit berisi informasi kode sekolah. Tiga digit berisi informasi kode urut peserta, dan satu digit berisi informasi validasi.

Sedangkan Untuk Ijazah SD dan SDLB, angka 10 diisi dengan nomor peserta ujian sekolah.

(8) Nama sekolah penyelenggara UN/US/USBN.

(9) Nama Kepala Sekolah. Jangan lupa lakukan penempelan foto peserta dan tandatangan serta cap sekolah.

Juknis Penulisan Ijazah Halaman belakang 

Halaman belakang ijazah terdiri atas identitas dan daftar nilai hasil belajar peserta didik. Penulisan nama menggunakan huruf kapital seperti pada halaman muka, dilengkapi dengan tempat tanggal lahir, NIS dan NISN.

Pada daftar nilai terdiri atas nilai rerata rapor dan nilai ujian sekolah. Nilai rata-rata rapor untuk SD dan SDLB diambil dari semester tujuh sampai dengan dua belas.

Untuk SMP dan SMPLB rata-rata nilai semester satu sampai dengan enam.

Sedangkan Rerata nilai rapor untuk SMA dengan K-2006 semester tiga sampai dengan enam. Namun yang menggunakan K-2013 arta-rata nilai semester satu sampai dengan enam. Nilai ujian sekolah yang dicantumkan pada ijazah merupakan rata-rata dari nilai ujian praktik dan ujian tulis.

Semua nilai pada ijazah merupakan bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 tanpa desimal. Sebagai legalitas kepemilikan ijazah, maka ditandatangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi stempel sekolah.

Demikian informasi terkait Petunjuk Teknis Penulisan Ijazah Tahun Pelajaran 2017/2018. Semoga dapat bermafaat dan menambah referensi bagi anda yang mendapat tugas dalam penulisan ijazah. Informasi selengkapnya dapat anda unduh di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *