Teori Gunung Api pada Lapisan Litosfer

Cahayapendidikan.com – Teori Gunung Api pada Lapisan Litosfer.

Naiknya magma ke permukaan menyebabkan erupsi. Erupsi terjadi pada gunung berapi.

Magma yang keluar dan mengalir di permukaan Bumi saat terjadi erupsi disebut lava. Gunung berapi memiliki lubang yang berbentuk melingkar di daerah puncaknya yang disebut kawah.

Saat erupsi terjadi, magma dan material lainnya dimuntahkan melalui kawah gunung berapi.

Ketika erupsi gunung berapi (gunung meletus) terjadi, lava dan beberapa material dimuntahkan hingga ribuan meter kubik (m3) ke udara.

Partikel-partikel dari material dan lava yang mendingin akan terlontar ke atas, kemudian berjatuhan dari langit. Fenomena ini yang disebut hujan debu vulkanik (tephra).

Beberapa gunung berapi terbentuk karena tabrakan dua lempeng. Proses tersebut akan menghasilkan serangkaian gunung berapi.

Jika terdapat dua lempeng yang bertabrakan, maka lempeng yang memiliki massa jenis yang lebih besar akan menekuk ke bawah lempeng yang massa jenisnya lebih rendah.

Baca Juga: Teori Tektonik Lempeng pada Litosfer

Ketika sebuah lempeng menekuk dibawa lempeng lainnya, maka batuan pada lempeng yang menekuk akan melebur menjadi magma.

Magma tersebut akan naik menuju permukaan karena perbedaan massa jenis, seperti
pada Gambar berikut ini.

Teori Gunung Api pada Lapisan Litosfer

Hal tersebut dikarenakan letak Indonesia berada di jalur pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia.

Gunung api tersebut membentuk sebuah barisan yang membentang dari bagian barat hingga timur Indonesia.

Rangkaian gunung berapi membentang dari pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi hingga kepulauan Maluku, seperti terlihat pada gambar beriktu ini.

Teori Gunung Api pada Lapisan Litosfer

 

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia memiliki sekitar 150 gunung berapi, baik yang aktif maupun yang dorman (tidur).

Gunung api aktif merupakan gunung api yang memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi dan meletus dalam jangka waktu yang pendek.

Salah satu contohnya adalah gunung Merapi. Sejak tahun 1000 M, gunung Merapi telah meletus sebanyak 80 kali.

Gunung api dorman adalah gunung api yang tidak terdapat aktivitas vulkaniknya dalam waktu yang lama.

Akan tetapi, gunung tersebut dapat meletus sewaktu-waktu. Salah satu gunung api dorman (tidur) di Indonesia adalah gunung Sinabung yang hingga September 2015 erupsinya belum selesai.

Gunung Sinabung terakhir kali meletus pada tahun 1600, kemudian tiba-tiba aktif lagi pada tahun 2010 dan meletus kembali pada tahun 2013.

Erupsi merupakan keluarnya magma dan material lainnya dari dalam Bumi oleh letusan gunung berapi.

Teori Gempa Bumi pada LitosferBaca Juga: 

Namun, istilah erupsi di masyarakat lebih dikenal dengan gunung meletus.

Letusan gunung api akan memuntahkan material dengan kekuatan yang dahsyat dan lava pijar maupun lahar dingin yang keluar akan menyapu segala sesuatu yang  dilewatinya.

Akibatnya, letusan gunung berapi dapat mengakibatkan kerusakan yang sangat besar.

Teori Gunung Api pada Lapisan Litosfer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *